Putra Nababan

 

Sebagai Pembaca Berita Terbaik di Panasonic Gobel Awards 2011

Putra Nababan masuk nominator Panasonic Gobel Awards ke-14 untuk kategori presenter berita/current affair. Bagi Putra, bisa masuk nominasi itu terjadi karena anugerah Tuhan, bukan berkat kerja kerasnya. Dan untuk ketiga kalinya, kembali  Putra Nababan memenangkan Nominasi tersebut. Dibesarkan oleh ayah, Panda Nababan, yang berprofesi sebagai wartawan, membuat Putra Nababan terinspirasi mengikuti langkah Panda. Pria humoris itu tak kalah hebat dengan sang ayah. Pernah mewawancarai Presiden Amerika Serikat Barack Obama di Gedung Putih, merupakan satu di antara deretan prestasi Wakil Pemimpin Redaksi RCTI itu.

Pria bernama lengkap James Parolian Putra Nababan lahir 28 Juli 1974. Waktu Kecil ayah dari Aubriel dan Gabriel, adalah anak yang nakal, bandel, sangat enerjik, tidak bisa diam, aktif, banyak melawan orangtua. Dikasih les kabur, suka kucing-kucingan sama orangtua. Pernah besoknya Ebtanas (Ujian Akhir Nasional), pura-pura tidur dan lompat dari jendela kamar, kemudian pergi bermain bola. Melihat Putra yang semakin nakal dan tak kunjung menjadi anak penurut, orangtuanya memutuskan untuk menyekolahkan ke Amerika Serikat selepas SMP.

 

Wawancara Dengan Presiden Barrack Obama

Putra Nababan pernah mengecap sekolah dasar di PSKD 6 Jakarta melanjutkan sekolahnya ke negeri Paman Sam di West High School. Putra tinggal di Sioux City, Iowa, kota kecil dengan jumlah penduduk 80 ribu jiwa. Lulus dari West High School, Putra Nababan melanjutkan kuliah di Midland Lutheran College, Fremont, Nebraska jurusan jurnalistik. Lulus dari Midland Lutheran College, Fremont, Nebraska, Putra Nababan langsung diterima bekerja sebagai wartawan di salah satu koran lokal setempat. Tetapi sang ayah tidak setuju sehingga Putra kembali lagi ke tanah air. Sempat menolak pulang, Putra akhirnya tergiur dengan ucapan Panda yang mengatakan, tak lama lagi Presiden Soeharto akan lengser. Tak ingin ketinggalan menjadi saksi sejarah, Putra pulang ke Jakarta pada 1994.

 

Wawancara Dengan Megawati

Sebelum sukses seperti sekarang Putra pernah menjalani profesi sebagai satpam. Menjadi reporter dan meliput beragam peristiwa dialami Putra Nababan penuh suka dan duka. Ketika baru meniti karier sebagai reporter di harian Rakyat Merdeka, dia pernah dipukuli narasumber. Semua perlakuan buruk dari narasumber itu dijadikan pengalaman berharga oleh Putra. Selain pengalaman pahit, banyak juga pengalaman menegangkan. Semua perlakuan buruk dari narasumber itu dijadikan pengalaman berharga oleh Putra. Selain pengalaman pahit, banyak juga pengalaman menegangkan dialami ayah dua anak ini.

“Yang paling enggak bisa dilupakan waktu saya pertama kali liputan kerusuhan di Rengasdengklok tahun 1995, ketika penyerbuan kantor PDI di Diponegoro tahun 1996, kerusuhan Mei. Juga ketika saya meliput orang Indonesia pertama di dunia yang mendapat penghargaan Nobel Perdamaian Uskup Belo di Oslo Norwegia, kerusuhan antar etnis di Kalimantan, ketika reformasi, dan wawancara Obama. Setiap tahun pasti ada yang berkesan buat saya. Banyak sekali, yang membuat saya berpikir betapa pentingnya pekerjaan ini dan berharganya tugas seorang wartawan,” ucapnya.

“Saya bukan manusia super. Ada perinsip, ketika sedih jangan sedih banget, dan ketika senang jangan senang banget, biar kita enggak mabuk gembira. Hidup itu seperti roda. Kalau sedih jangan kaget, dan senang juga jangan kaget. Kita wartawan harus seperti itu. Seharusnya kita terbisa seperti itu,” tandasnya.

 

Putra Nababan di Seputar Indonesia RCTI

Istri dan anak-anak tidak banyak menuntut. Keluarga memahami dan memaklumi profesinya yang menyita waktu sehingga guna menyiasati agar hubungan dengan Mira tetap hangat, anak kedua dari tiga bersaudara ini berusaha meluangkan waktu dengan mengajak sang istri nonton bioskop. Setiap pagi diusahakan untuk bermain bersama anak-anak walaupun curi-curi waktu yang penting kualitasnya.

 

 

Sumber: Okezone

2 thoughts on “Putra Nababan

  1. syoloom…
    salam kenal bang putra..
    salut qu dengan abang jd sukses seperti nh,nh semua berkat tuhan and bapak tua panda yang mendidik abang seperti sekarang ini
    bagi” pegalaman dong bang sampai abang bisa seperti nh
    mungkin abang ga kenal saya,walaupun qu nh sepupu abang
    ya lah abang kan orang sibuk jd mana kenal semua sama sepupunya semau
    sukses selalu ya bang
    Gbu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s